>

Hilary Duff umumkan album terbarunya akan dirilis pada Februari 2026

2 Min Read



Jakarta (VAOK) – Penyanyi dan aktris terkenal, Hilary Duff, mengumumkan album barunya yang bernama “Luck… or Something” akan keluar pada tanggal 20 Februari 2026. Ini adalah album pertamanya dalam lebih dari 10 tahun!

“Saya sering ditanya bagaimana saya tetap berpikir jernih setelah besar di dunia hiburan ini. Judul album ini jawaban saya,” kata Hilary dalam sebuah pengumuman yang dilansir dari PEOPLE.

Dia menambahkan, “Tentu saja ada keberuntungan, tapi juga banyak hal berat yang tersirat dalam judul ‘…or Something’. Banyak pengalaman hidup saya yang ada di sana, dan saya merasa semua itu yang membentuk siapa saya sekarang.”

Sampul album “Luck… or Something” menunjukkan foto Hilary Duff yang sedang berbaring di lantai dengan karpet, mengenakan sweater warna merah muda lembut dan kaus kaki hitam tipis sambil menatap ke atas langit-langit.

“Luck… or Something” yang dibuat melalui label rekaman Atlantic Record ini akan menjadi album keenam Hilary. Pengumuman ini muncul tak lama setelah Hilary kembali ke dunia musik dengan lagu baru berjudul “Mature” pada awal bulan November, setelah lama tidak berkarya.

Menurut Variety, Hilary juga mengumumkan akan mengadakan tur konser mini setelah lagu tersebut keluar. Tur ini akan dimulai di London pada tanggal 19 Januari 2026, lalu lanjut ke kota-kota lain seperti Toronto, Brooklyn, dan Los Angeles.

Album terakhir Hilary adalah “Breathe In. Breathe Out” yang dirilis pada Juni 2015. Sejak itu, ibu dari empat anak ini lebih fokus berakting dalam berbagai film dan acara TV, seperti “How I Met Your Father” dan “Younger”.

Hilary sangat dikenal karena serial Disney “Lizzie McGuire” yang populer di awal tahun 2000-an. Setelah itu, dia beralih ke musik pop dan berhasil menghasilkan banyak lagu hits seperti “Come Clean”, “Wake Up”, dan “Sparks”.

Penting diingat, jangan mengunduh atau menggunakan konten ini tanpa izin dari Kantor Berita VAOK. Melakukan penyalinan atau penggunaan otomatis untuk keperluan AI dilarang.

Share This Article