VAOK.NET, JAKARTA – Seorang aktifis media sosial, Herwin Sudikta, memberikan tanggapan terhadap video yang banyak dibicarakan di internet. Video itu menunjukkan seorang nenek yang ditolak bayar uang tunai saat belanja roti di salah satu toko roti O Jakarta.
Kejadian ini membuat banyak orang marah dan menimbulkan diskusi tentang penggunaan pembayaran tanpa uang tunai di tempat umum.
Herwin menegaskan bahwa uang Rupiah adalah alat pembayaran yang benar dan harus diterima di setiap transaksi di seluruh Indonesia.
“Uang Rupiah wajib diterima,” kata Herwin kepada fajar.co.id pada hari Senin, 22 Desember 2025.
Menurutnya, menolak pembayaran tunai tidak hanya salah secara moral, tetapi juga melanggar aturan yang dibuat oleh Bank Indonesia sebagai pengatur keuangan.
“Menolak uang tunai itu melanggar aturan Bank Indonesia,” ujarnya.
Herwin merasa masalah ini sebenarnya sederhana dan tidak perlu dibuat terlalu rumit.
“Selesai. Saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, Herwin mengingatkan bahwa Rupiah tidak hanya alat untuk berbisnis, tetapi juga punya arti penting sebagai bagian dari kedaulatan negara.
“Walau Rupiah terlihat jelek, itu adalah salah satu simbol bahwa negara kita berdaulat,” tambahnya.
Ia juga menyinggung bagaimana perkembangan pembayaran digital sering digunakan sebagai alasan untuk mengesampingkan sebagian masyarakat, terutama orang tua dan mereka yang belum familiar dengan teknologi.
“Teknologi digital itu alat bantu, bukan alasan untuk membiarkan orang tertinggal,” pungkasnya.
Sebelumnya, pihak toko roti O sudah memberikan pernyataan terkait video viral tersebut. Mereka menunjukkan bahwa seorang karyawan menolak pembayaran uang tunai dari seorang nenek.
