Dia bilang, cara orang yang menyerangnya masih seperti latihan anak baru. Belum berani-berani.
Bahkan, Donny mengejek penyerang, bilang masih banyak yang perlu dipelajari.
“Taktik lo masih jauh dari hebat. Seharusnya lo belajar dulu dari yang lebih berpengalaman. Yang lebih keren, tahu,” kata Donny.
Tidak hanya itu, Donny juga bilang, tindakan seperti ini malah mempermalukan negara.
“Membuat presiden malu, ya kan?” ucapnya.
Walau marah, Donny ingin menyampaikan pesan ke banyak orang, terutama yang suka mengkritik pemerintah. Jangan takut kalau mau bicara.
“Ini buat kalian, jangan takut untuk menyampaikan pendapat, ya,” katanya.
Dia menegaskan, mengkritik adalah bagian dari demokrasi. Bahkan, presiden mengizinkan kritik selama yang disampaikan benar.
“Bahkan presiden kita juga oke-oke saja kalau dikritik, asalkan yang kita bilang itu benar,” tambah Donny.
Tapi, dia kecewa dengan keadaan yang semakin buruk.
Menurut Donny, baru setahun pemerintahan berjalan, tapi orang yang berani mengkritik sudah diintimidasi berlebihan.
“Wah, baru setahun sudah berperilaku seperti setan,” sindirnya.
Dia juga kaget ada ancaman serius yang bisa jadi kekerasan.
“Mau ancam mau bunuh orang. Siapa kamu?,” balasnya.
Donny menekankan, intimidasi itu berbahaya bagi rakyat.
“Gimana negara bisa mengancam rakyatnya? Sungguh keterlaluan,” pungkasnya.
(Muhsin/fajar)
