Menurut Abio, masyarakat sangat senang sekali Xanana Gusmão datang. Terutama warga desa. Banyak yang baru lihat Xanana lewat TV, jadi senang bisa bertemu langsung dengan pemimpin negara itu.
“Beliau bertemu semua orang, dari orang tua sampai anak sekolah. Bahkan makan bareng anak-anak dengan makanan sederhana,” kata Abio.
Abio bilang, sikap Xanana yang sederhana dan dekat dengan rakyat kelihatan jelas selama kunjungan. Walaupun cuacanya kadang tidak baik dan jalanan sering hujan, Xanana tetap semangat menjalankan tugasnya. Usianya sudah 79 tahun, mau 80 bulan depan, tapi Xanana masih aktif jalan-jalan ke desa tanpa terlihat lelah.
Saat kunjungan itu, Xanana juga membantu gereja dengan sukarela. Dia memberikan salib dan uang 2.000 rupiah, diberikan dengan tulus untuk mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Selama lima hari di Oecusse, Abio melihat pesan kuat dari Xanana Gusmão, yaitu pentingnya bersatu dan bekerja keras untuk membangun daerah. Xanana juga mengingatkan para pejabat pemerintah untuk tidak hanya kerja di kantor, tapi turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi warga di semua tempat.
“Pemimpin harus tahu apa yang dirasakan rakyat, tidak cuma duduk di ruangan ber-AC,” ujar Abio menirukan kata-kata Xanana.
