Selain itu, dia juga bilang kalau banyak informasi yang salah sampai ke masyarakat.
“Tindak kejahatan, yang pertama adalah kekerasan, memukul, dan lain-lain, namanya apa ya, macam-macam perundungan, terus juga ada penyebaran berita yang tidak benar,” katanya tegas.
“Ini jelas menyebarkan berita bohong, tidak sesuai fakta tentang makanan yang terjadi,” lanjut Isnur.
Karena itu, dia merasa kasus ini tidak cukup diselesaikan cuma dengan minta maaf atau bicara baik-baik. Menurutnya, masalah ini harus dibawa ke pengadilan.
“Jadi, hukumannya bukan cuma minta maaf, tapi juga harusnya diperiksa dan dibawa ke pengadilan,” ujarnya.
Isnur menekankan pentingnya hukum ditegakkan sama untuk semua orang, termasuk orang yang bertugas menegakkan hukum.
“Agar kita bisa lihat kalau ada orang yang bertugas melakukan kejahatan, akan dihukum sama seperti orang lain,” Isnur menjelaskan.
Tidak cuma masyarakat yang salah atau menyesal, tapi orang yang bertugas juga harus diperiksa dan dihukum kalau bersalah.
Sudrajat Disiksa Orang yang BertugasSudrajat bilang dia diperlakukan kasar oleh beberapa orang yang bertugas dari TNI dan Polri. Dia bilang sampai dipukul dan diperlakukan tidak hormat karena dia pedagang kecil.
“Pundak saya sakit ini gara-gara dipukul pakai selang. Dipukul sama tentara. Mau minum, disuruh minum pakai air kotor,” kata Sudrajat seperti yang dikutip pada hari Selasa (27/1/2026).
Tidak berhenti di situ, Sudrajat bilang kekerasan terus berlanjut. Dia dipaksa berdiri dengan satu kaki, dipukul, bahkan dipukul dengan tangan yang memakai cincin besar.
