>

Usai Kasus Siswa SD Bunuh Diri karena Kemiskinan, Mahasiswi Ini Terpaksa Mencuri demi Bertahan Hidup

2 Min Read


Dari VAOK.NET, Jakarta — Situasi ekonomi yang sulit lagi bikin banyak orang susah. Setelah kejadian sedih anak SD di Nusa Tenggara Timur yang sampai meninggal karena tidak punya uang untuk buku, sekarang ada cerita lain yang menyedihkan tentang pendidikan.

Seorang anak kuliah di Surabaya sampai harus kena masalah hukum karena mencuri ponsel. Tapi, dia tidak mencuri untuk senang-senang, melainkan karena butuh uang untuk hidup. Cerita ini dibagikan langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, melalui akun media sosialnya.

Saat berbicara dengan Kapolrestabes, anak kuliah itu terlihat sangat sedih dan menangis. Dia datang bersama ibunya dan mengaku sangat menyesal karena perbuatannya.

Tidak Punya Uang Sama Sekali

Saat sedang mencoba mencari jalan damai, Kombes Pol Luthfie meminta anak kuliah itu berbicara jujur. Dia bertanya kenapa sampai mencuri.

“Aku memang tidak punya uang, Pak,” jawab anak kuliah itu singkat sambil menangis.

Korban Memilih Memaafkan

Untung, korban tidak ingin melaporkan ke polisi. Dia memilih untuk berdamai dengan anak kuliah itu. Hal ini membuat suasana menjadi haru. Anak kuliah dan ibunya langsung minta maaf sambil menangis di depan korban.

“Iya, mari kita selesaikan dengan kekeluargaan saja, Pak,” kata korban.

Hidup dengan Hanya Rp200 Ribu Sebulan

Ternyata, anak kuliah itu hanya dapat uang saku Rp200 ribu setiap bulan. Uang itu harus cukup untuk semua kebutuhan hidupnya selama sebulan penuh.

“Rp200 ribu sebulan itu cukup ya? Bagaimana caranya?” tanya Kapolrestabes.


Share This Article