>

Alumni LPDP Viral, Anhar Gonggong Tak Pernah Semarah Ini, Dengar Nih!

2 Min Read


VAOK.NET, JAKARTA — Seorang ahli sejarah, Profesor Anhar Gonggong, memberikan tanggapan soal masalah alumni yang mendapat beasiswa LPDP, yaitu Dwi Sasetyaningtyas. Profesor Anhar meminta agar Dwi dicabut status kewarganegaraannya.

“Orang yang bertindak seperti itu, saya minta dipecat saja, kewarganegaraannya dicabut, supaya dia merasa hebat,” kata Profesor Anhar seperti yang tertulis di video yang diunggah di media sosial, Jumat (27 Februari 2026).

Menurutnya, pencabutan bisa dilakukan karena tindakannya dianggap menghina negara.

“Dia tinggal di Inggris itu urusannya sendiri, tapi penghinaannya terhadap negara, itulah yang saya minta agar kewarganegaraannya dicabut,” tambahnya.

Profesor Anhar mengatakan bahwa apa yang dilakukan Dwi Sasetyaningtyas adalah bentuk penghinaan bagi bangsa Indonesia.

“Dia seolah-olah anaknya akan bahagia hidup sebagai warga negara Inggris dan seolah-olah anak-anak warga negara Indonesia tidak ada nilainya,” jelas Anhar.

Menurut Profesor Anhar, Dwi Sasetyaningtyas bisa pergi ke Inggris karena dia mendapat beasiswa LPDP, yang uangnya berasal dari pajak rakyat Indonesia.

“Biaya dia di Inggris berasal dari uang rakyat Indonesia, jadi dia tidak tahu berterima kasih,” ujarnya.

“Kami tidak membutuhkan orang-orang yang bertindak seperti ini, sekali lagi saya minta pemerintah Indonesia untuk mencabut kewarganegaraannya,” tambah Profesor Anhar.

Permohonan Maaf dari Dwi

Di tengah banyak kritik, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Berkaitan dengan unggahan saya sebelumnya yang berisi kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa sakit hati, tersinggung, atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” tulisnya di media sosial.


Share This Article