>

Affan Meninggal Terlindas Rantis Polisi, Fuji: Demokrasi bukan Sekedar Sistem, Tapi Bagaimana Memanusiakan Manusia

2 Min Read

Fuji, seorang selebgram terkenal, memberikan tanggapan tentang suasana demokrasi di Indonesia saat ini yang terasa kurang tenang.

Di akun Instagramnya, Fuji menyampaikan perhatiannya pada kondisi negara yang sedang diperjuangkan oleh masyarakat yang turun ke jalan.

“Kadang demokrasi terasa jauh, padahal ia ada dalam hal-hal sederhana: seperti mendengarkan, peduli, dan berbicara,” tulisnya, seperti yang dikutip pada Jumat (29 Agustus 2025).

Fuji kemudian membahas kejadian menyedihkan yang menimpa Affan Kurniawan. Affan meninggal dunia setelah tertimpa mobil Brimob pada Kamis malam (28 Agustus 2025).

Kejadian ini banyak diperhatikan masyarakat karena Affan menjadi korban tragis yang kehilangan nyawa di jalan.

Menurut Fuji, kejadian ini mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya tentang sistem, tetapi juga tentang kemanusiaan. Setiap orang seharusnya diperlakukan dengan adil.

“Tapi ketika seorang pengojek online harus tertimpa mobil aparat, kita diingatkan lagi, demokrasi itu bukan cuma sistem,” tambahnya.

“Tetapi bagaimana manusia diperlakukan dengan adil, bagaimana kita memperlakukan sesama manusia,” imbuhnya.

Fuji menutup tulisannya dengan rasa duka yang mendalam, yang juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Dan hari ini, hati kita ikut sakit #ripdemokrasiindonesia,” tulisnya.

Komentar Fuji banyak dibanjiri simpati dari warganet yang turut merasakan kesedihan keluarga Affan.

“RIP kemanusiaan, semoga Allah memberikan pahala terbaik untuk Indonesia, Alfatihah untuk Affan,” tulis salah satu netizen.

“Demokrasi mungkin bisa hilang, tapi hati nurani tidak bisa dibungkam,” komentar yang lain. (Elva/Fajar).


Share This Article