>

Habib Rizieq: Mens Rea Pandji Pragiwaksono Menista Agama, Netflix Wajib Hapus Rekamannya

2 Min Read


“Kalau umat Islam butuh pemimpin yang shalatnya teratur. Bagus kan? Perlu kan? Kalau ada yang mengejek atau merendahkan pilihan kita, itu tidak boleh, teman-teman,” kata beliau.

Lalu, Rizieq merasa bahwa perkataan Pandji Pragiwaksono itu sudah menyentuh dan merendahkan Al-Qur’an.

Menurutnya, apa yang disampaikan itu seolah-olah membuat makna shalat jadi kurang penting sebagai perlindungan dari dosa.

“Ini menghina kitab suci Al-Qur’an. Seolah-olah dia ingin menyampaikan kebohongan bahwa shalat itu tidak bisa menahan kita dari dosa,” tambahnya.

“Dengan alasan banyak orang shalat tapi tetap berbuat salah, atau ada pejabat yang shalat tapi tetap korup, itu dijadikan bukti. Jadi, seolah-olah shalat tidak benar-benar bisa jadi benteng dari dosa,” lanjutnya.

Rizieq menegaskan bahwa shalat sebagai benteng dari perbuatan buruk itu adalah ajaran langsung dari Allah SWT yang ada di Al-Qur’an. Jadi, ajaran itu tidak boleh dijadikan bahan lelucon.

“Siapa bilang shalat itu tidak bisa jadi benteng dari dosa? Itu Allah SWT, Al-Qur’an yang mengatakan, Saudara. ‘Shalat itu menahan dari perbuatan jahat dan buruk.’ Itu perkataan siapa? Itu syiar Allah SWT. Apakah boleh dihina? Boleh dicanda-canda? Boleh diolok-olok? Tidak boleh. Hati-hati, teman-teman,” jelas Rizieq.

Dia juga mengingatkan Pandji agar tidak memberikan kesimpulan agama tanpa ilmu yang cukup.

“Teman-teman, jangan berikan fatwa, Anda bukan ulama, Anda hanya seorang pelawak. Anda pelawak, bukan ulama, jangan langsung menyimpulkan,” tegasnya.


Share This Article