Di Indonesia yang katanya punya banyak sumber daya, masih ada anak-anak yang sedih karena tidak punya uang untuk membeli alat sekolah.
“Negara yang kaya, kok tega tidak peduli sama rakyatnya? Orang-orang penting malah sibuk mengambil keuntungan pribadi, sementara rakyat kesulitan,” kata seseorang.
Yusuf bilang, masalah anak ini bukan cuma lapar atau kekurangan makanan. Tapi, gagalnya sistem untuk memastikan anak-anak dapat pendidikan yang layak.
“Bukan karena tidak bisa makan, tapi karena tidak bisa beli buku dan pensil untuk sekolah,” tegasnya.
Anak-anak Generasi Alpha Kurang DibantuSandra Liza, seorang ahli perlindungan anak, mengatakan kejadian ini bukan hanya soal kekurangan uang. Tapi, ada masalah pikiran yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani.
“Anak-anak itu sebenarnya banyak yang punya masalah pikiran tapi tidak sadar. Penyebabnya rumit, ada dari diri sendiri dan dari lingkungan. Salah satunya karena perbedaan cara berpikir antar generasi,” ujar Sandra kepada fajar.co.id, hari Selasa (3 Februari 2026).
Menurut Sandra, anak-anak Gen Alpha punya masalah yang lebih sulit dari generasi sebelumnya. Sayangnya, mereka kurang mendapatkan dukungan yang cukup.
“Generasi X, milenial, Gen Z, dan Gen Alpha punya cara berpikir yang berbeda. Anak-anak Gen Alpha menghadapi tantangan besar, tapi kurang mendapat bantuan yang cukup,” katanya.
Keputusasaan yang Lama TersembunyiKasus anak ini menjadi sorotan setelah diketahui bahwa anak itu meminta uang ibunya untuk membeli buku dan pensil seharga kurang dari Rp10 ribu. Tapi, permintaan itu tidak bisa dipenuhi karena keluarga sedang kesulitan ekonomi.
