>

Lele Mentah Jadi Menu MBG di Pamekasan, P2G: Sekolah dan Siswa Korban Sistem

2 Min Read


VAOK.NET – Di SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, ada 1.022 porsi lele mentah yang dikirim untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) malah ditolak sekolah. Alasannya, makanan itu tidak layak dimakan.

Kejadian ini membuat banyak orang khawatir tentang bagaimana program MBG dijalankan. Padahal, program ini seharusnya bisa membantu anak sekolah jadi lebih sehat dengan menyediakan makanan yang enak dan aman untuk langsung dimakan.

Program MBG: Kualitas Makanan Kurang Terjamin

Iman Zanatul Haeri, yang bertugas membantu guru, bilang semua pihak yang terlibat – mulai dari yang mengantar makanan, sekolah, guru, sampai murid – jadi korban karena sistem program ini bermasalah.

“Sebenarnya, semua pihak yang terlibat, termasuk yang mengantar MBG, sekolah, guru, dan murid, sama-sama dirugikan oleh sistem yang buruk ini,” katanya di media sosial X pada tanggal 9 Maret 2026 setelah mendengar laporan kejadian ini.

Iman bertanya-tanya, bagaimana mungkin lele mentah bisa jadi makanan dalam program MBG? Padahal, makanan itu seharusnya sudah siap untuk dimakan.

“Bagaimana bisa lele mentah sampai jadi makanan MBG? Pasti ada kesalahan besar dalam prosesnya,” jelasnya.

Perlu Evaluasi Sistem Pengiriman dan Pengawasan

Iman menambahkan, masalah ini tidak hanya soal kualitas makanan saja, tapi juga bagaimana program MBG dikelola secara keseluruhan. Menurutnya, sangat tidak masuk akal mengirim bahan makanan mentah ke sekolah dan berharap semuanya baik-baik saja.

“Berharap lele mentah itu bisa diterima sekolah tanpa masalah itu seperti tidak berpikir panjang,” ujarnya.


Share This Article