>

Link Baca Gratis Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Bongkar Tuntas Kisah Traumatis Aurelie Moeremans

2 Min Read


Aurelie cerita kalau hubungan yang dikabarkan cinta bisa jadi cara untuk mengontrol seseorang. Ini bisa menghancurkan diri sendiri, harga diri, dan masa depan seorang perempuan, apalagi kalau ada perbedaan usia dan kekuasaan yang jauh.

Aurelie juga cerita tentang berbagai perlakuan buruk yang dia alami, seperti kekerasan fisik dan verbal. Sekarang ini, fakta kalau pelaku masih bebas berkeliaran di tempat umum jadi hal yang menyakitkan yang juga dia sampaikan.

Sebelum menulis pengalaman beratnya di buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie pernah cerita juga di akun Facebook-nya sekitar tahun 2013.

Di sana, Aurelie cerita lebih detail, lengkap, dan jujur dari sudut pandang korban seperti yang ada di bukunya.

Tapi, setelah buku itu keluar, ada orang yang merasa tersinggung, padahal Aurelie sama sekali tidak menyebut orang itu di bukunya.

“Lucunya, ada yang merasa, terus malah ganggu aku lagi. Padahal, caranya itu justru berbahaya buat dirinya sendiri,” tulis Aurelie seperti yang dilansir hari Senin (12/1).

Aurelie Moeremans menulis buku memoarnya Broken Strings tanpa berusaha membuat pengalaman buruknya di usia 15 tahun terdengar romantis. Aurelie ingin buku ini jadi bagian dari proses menyembuhkan diri, sekaligus jadi peringatan bagi banyak orang tentang bahaya kekerasan pada anak dan remaja yang seringkali tidak kita sadari.


Share This Article