Ditulis oleh: Adekamwa
(Humas Pusjar SKMP LAN)
Sebagai penulis, saya ingat sekali serial remaja “Dawson’s Creek” yang tayang tahun 1998-2003. Bukan cuma itu, serial ini seperti jendela pertama saya untuk memahami bagaimana orang dewasa menjadi seperti sekarang.
James Van Der Beek sebagai Dawson Leery, tokoh utama, sangat berkesan bagi saya. Dia membuat saya penasaran tentang cinta pertama, persahabatan, dan masalah yang kadang terasa berat untuk remaja.
Persahabatannya dengan Joey Potter, hubungan yang berubah-ubah dengan Pacey, dan kehadiran Jen Lindley dari New York membuat kota kecil Capeside terasa hidup di mata saya. Walaupun itu hanya kota di cerita.
Kevin Williamson, pembuat “Dawson’s Creek”, tidak hanya membuat drama remaja biasa. Serial ini menjadi contoh bagus untuk tayangan sejenis pada masanya.
Saya ingat jelas bagaimana serial ini berani membahas hal-hal yang jarang dibicarakan dulu: kehilangan orang tua, perbedaan status sosial, kecanduan, ketidaksetujuan terhadap sesama jenis, dan masalah jati diri.
Setiap adegan membuat saya merenungkan perasaan rindu, malu, dan senang saat remaja. Rasanya seperti pengalaman pribadi saya yang tercermin di TV dulu.
Tentang James Van Der Beek di “Dawson’s Creek”
James Van Der Beek meninggal dunia pada 11 Februari 2026. Usianya 48 tahun. Berita ini dikonfirmasi oleh banyak media besar seperti The New York Times, CNN, dan CBS News.
Bagi sebagian orang, berita ini mungkin hanya informasi singkat di ponsel. Tapi bagi saya yang tumbuh di akhir tahun 90-an, ini terasa sangat pribadi. Rasanya seperti kehilangan teman lama – teman yang mungkin jarang kita jumpai, tapi kita tahu dia selalu ada di sana.
