Ada video yang merekam kejadian 7 menit 56 detik. Di video itu, terlihat seorang guru honorer dan kepala sekolah sedang berdebat di dalam ruang sekolah.
Mereka duduk berhadapan di meja yang berbeda. Percakapan itu direkam oleh orang lain dari jauh.
Perdebatan ini dimulai ketika guru honorer itu dipindahkan dari mengajar kelas menjadi mengajar Bahasa Inggris. Padahal, pendidikan terakhirnya adalah PGSD, bukan Bahasa Inggris.
Yang lebih mengejutkan lagi, posisi guru kelas yang ditinggalkannya justru diisi oleh adik kepala sekolah. Padahal, menurut cerita guru honorer itu, adik kepsek sudah lama tidak mengajar sebagai guru honorer di sekolah itu.
Tapi tiba-tiba, nama adik kepsek muncul lagi dan ternyata lolos seleksi untuk menjadi guru tetap paruh waktu (PPPK PW).
“Kenapa saya dipindahkan ke Bahasa Inggris, kalau saya lulusan PGSD?” tanya guru honorer itu di video.
Dia juga bilang, selama ini kelas yang dia ajar tidak pernah bermasalah karena sebelumnya kosong.
“Kalau dia memang sudah lama mau mengajar, saya tidak masalah. Tapi kenapa dia menggantikan posisi saya?” katanya.
“Saya tidak mau kelas saya diambil dan dipindahkan ke Bahasa Inggris begitu saja,” tegasnya.
Kepala sekolah menjawab protes itu dengan mengatakan bahwa dia hanya mengikuti aturan dan tidak bisa melanggarnya.
“Saya sudah tahu semua yang kamu jelaskan, tapi saya tidak bisa melawan aturan,” kata kepala sekolah.
