>

Viral Klaim BPJS Macet 9.000 Berkas dan Stok Obat Langka di RSUD Tabanan Bali

2 Min Read


VAOK.NET – Di RSUD Tabanan, Bali, banyak klaim BPJS yang tertunda dan obat-obatan jadi kurang. Ini bikin masalah serius yang bisa mengganggu pelayanan kesehatan untuk semua orang.

Masalah ini muncul karena ada kendala teknis saat sistem Rekam Medik Elektronik (RME) baru dipakai sejak bulan lalu.

Klaim BPJS Bermasalah dan Pengaruhnya ke Keuangan Rumah Sakit

Direktur rumah sakit, dr. I Gede Sudiarta, bilang sekitar 9.000 berkas klaim BPJS tidak bisa diproses karena ada kesalahan saat memasukkan data ke sistem RME.

“Klaim BPJS macet. Sekitar 9.000 berkas tertahan karena kesalahan memasukkan data,” katanya.

Akibatnya, uang masuk ke rumah sakit jadi terganggu karena pembayaran dari BPJS terlambat. Ini bikin rumah sakit kesulitan bayar ke penyedia obat, jadi obat-obatan jadi kurang bahkan habis dari gudang.

Obat Kurang dan Rumah Sakit Kesulitan Bekerja

Seorang tenaga medis, dr. Ayu, cerita kalau obat-obatan di rumah sakit mulai sulit ditemukan.

“Obat-obatan mulai hilang dari gudang karena belum dibayar ke penyedia obat,” ujarnya dengan nada kecewa.

Situasi ini bukan cuma masalah teknis, tapi sudah berdampak pada kemampuan rumah sakit untuk melayani pasien dengan baik.

Kritik dari Pak Ahli tentang Digitalisasi Kesehatan

Profesor dari Universitas Airlangga, Henri Subiakto, mengkritik keras proyek RME. Menurutnya, proyek ini kurang tepat dan malah memperburuk pelayanan publik.

“Proyek yang dibanggakan pemerintah ini cuma membuang uang dan lebih fokus untuk urusan politik menjelang tahun 2029,” tegasnya.

Henri menambahkan, dampak buruk dari kebijakan ini sudah mulai terasa luas.


Share This Article