>

Viral Komentar Admin Gerindra soal Siswa SD di NTT, Kader PDIP Kritik Respons Partai

2 Min Read


VAOK.NET, JAKARTA – Komentar dari akun resmi Partai Gerindra tentang kejadian seorang murid SD yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak dikritik orang. Bahkan, kader dari Partai Demokrat, Jhon Sitorus, ikut mengkritik.

Pesan dari akun Gerindra yang dianggap kurang peka membuat banyak orang bertanya-tanya. Partai politik punya tanggung jawab bagaimana merespons kejadian yang menyedihkan ini.

Jhon Sitorus menulis di akun X @jhon_sitorus:

“Ini kejadian serius, kenapa respons partai seperti @Gerindra begitu? Bukankah kata-kata partai di media sosial adalah perkataan Ketua Umum? Pendidikan politik seperti apa yang ditunjukkan partai penguasa kepada masyarakat?”

Komentar ini penting karena menunjukkan bahwa apa yang ditulis di media sosial oleh akun resmi partai tidak hanya tanggung jawab admin, tapi juga mencerminkan citra dan sikap pemimpin partai secara keseluruhan.

Komentar Admin Gerindra

Sebelumnya, admin akun resmi Partai Gerindra membuat pernyataan tentang kejadian murid SD di NTT yang kemudian banyak dibicarakan.

Gerindra sempat mengunggah video tentang kejadian itu. Ada satu komentar dari netizen, “Dengan uang 17 triliun untuk gratiskan sekolah,” tulis akun itu.

Gerindra membalas komentar tersebut. “Apa sih? Sudah ada sekolah, RT juga harus lebih perhatian,” balas Gerindra. Komentar ini sempat viral, tapi kemudian menghilang.

Banyak netizen merasa komentar itu tidak menghargai korban dan keluarganya. Hal ini membuat banyak orang berdebat. Kejadian ini menimpa seorang murid kelas IV SD yang ditemukan bunuh diri di kebun keluarganya pada akhir Januari 2026. Diduga, dia merasa tertekan dan keluarganya kesulitan ekonomi.

Pendapat Kader PDIP

Kritik Jhon Sitorus mengingatkan: setiap pernyataan dari akun resmi partai adalah representasi pemimpin partai. Jadi, mereka harus lebih hati-hati dan lebih berempati.


Share This Article