Amran lahir dan kecil di desa jauh, di Bone, Sulawesi Selatan. Desanya dekat dengan gunung, jauh dari kota.
Sejak kecil, Amran sudah bekerja keras. Ia jadi pemecah batu, gali sumur, buruh tani, jualan ikan, ubi, dan gembala sapi untuk uang sekolah.
Laki-laki yang lahir 27 April 1968 ini bekerja sejak muda karena uang ayahnya yang jadi Babinsa tidak cukup untuk sekolah 12 anaknya.
Amran bilang, ia memulai dari keadaan sangat miskin, bahkan lebih dari itu.
Sekarang, hidupnya jauh lebih baik. Sukses jadi pengusaha, Amran ingin sukses juga sebagai pejabat negara. Menjadi menteri pertanian RI itu tidak mudah.
“Rahasia sukses saya sederhana tapi sulit. Pertama, jangan durhaka pada ibu, selalu ikhlas dalam berbuat baik, dan jangan banyak mengeluh,” kata Amran beberapa waktu lalu.
Lalu, harus disiplin, kerja keras, tidak mudah menyerah, dan selalu tepat waktu. Kalau suka terlambat, posisi kamu juga tidak akan maju, susah untuk sukses.
“Ibu saya juga selalu mengingatkan: jangan mengambil apa yang bukan hakmu,” tutur Bapak Pendiri Tiran Group itu. (Pram/fajar)
