Dari VAOK.NET, Jakarta — Seorang anak sekolah dasar bernama Alfan dan adiknya, Arsya yang masih kecil, tidak bisa dapat makanan gratis dari sekolah.
Ini terjadi karena ibunya memberikan kritik tentang program makanan gratis sekolah (MBG).
Kisah ini diunggah oleh seorang jurnalis bernama Adi Sipriadi di Instagramnya (@coachaddie.real).
Terlihat seorang bapak bertanya kepada Alfan, anak yang tidak dapat makanan gratis. Alfan menjawab, “Sudah tiga hari.” Saat ditanya, sudah berapa lama dia tidak dapat makanan gratis.
Alfan bilang, dia satu-satunya anak yang tidak dapat makanan gratis, sementara teman-temannya semua dapat.
“Sahabat, lihat ini. Hati mana yang tidak sakit? Seorang ibu mengkritik kualitas makanan MBG — program makan gratis untuk anak-anak — tapi balasannya apa? Anaknya dihukum tidak boleh makan selama tiga hari!” tulis Adi di keterangan unggahannya.
“Tidak hanya lapar perutnya, tapi hatinya juga terluka karena seperti “Dipaksa” melihat teman-temannya makan enak,” tambahnya.
Apalagi, kejadian ini terjadi di sekolah yang berjenis Madrasah.
Di sekolah Madrasah! Apakah ini gambaran pendidikan kita sekarang? Kritik dibungkam dengan cara menakut-nakuti, dan anak kecil jadi korban. Apakah ini seperti “masa kegelapan” dulu? Ingat, ketidakadilan yang dibiarkan terlalu lama bisa menjadi peringatan bahaya bagi negara kita,” ujarnya.
“Kritik itu penting untuk memperbaiki, bukan sesuatu yang harus dibalas dengan dendam. Jika urusan perut anak-anak saja sudah dibuat politik dan dipakai untuk menakut-nakuti, di mana lagi rasa kemanusiaan yang adil dan beradab?” sambungnya.
