>

Viral Nenek Saudah Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal, Susno Duadji: Polri harus Segera Proses

2 Min Read


VAOK.NET, JAKARTA — Susno Duadji, mantan kepala kepolisian (Polri), sangat memperhatikan kasus seorang nenek bernama Saudah (68) yang diserang karena tidak mengizinkan penambangan.

Ia menyampaikan perhatiannya ini lewat pesan singkat di media sosial X miliknya.

Awalnya, Susno mempertanyakan apakah benar nenek Saudah mengalami kejadian seperti itu.

Jika memang benar, menurut Susno, Polri harus segera menangani pelaku.

“Kalau benar ada nenek yang diserang karena tidak setuju dengan penambangan emas ilegal, polisi harus segera menindak tegas, cari tahu siapa saja yang terlibat, termasuk yang mendukungnya,” tulisnya, seperti yang dikutip pada Rabu (7/1/2026).

Sebelumnya, diketahui nenek Saudah (68) terluka, terutama di wajahnya.

Ia kemudian dirawat di rumah sakit karena diduga diserang oleh pekerja tambang emas ilegal di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Peristiwa ini terjadi di Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, pada hari Kamis (1/1/2026).

Nenek Saudah sempat pingsan di tempat kejadian dan baru sadar pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 01.00.

Saat ditemukan, wajahnya memar dan matanya membiru, yang diduga akibat kekerasan.

Saudah kini sedang mendapatkan perawatan medis.

Meskipun masih lemah, Saudah mengatakan bahwa ia tidak melarang penambangan sama sekali. Ia hanya meminta agar penambangan dihentikan saat siang hari.

Ketika ia menyinari beberapa orang di lokasi dengan senternya, tiba-tiba ia dilempar batu, dipukul, dan ditarik hingga ke semak-semak.


Share This Article